Singo Edan Tantang Juara Pesut Etam

Brad Crawford

Singo Edan Tantang Juara Pesut Etam

Samarinda menjadi saksi duel sengit kala Arema FC bertamu ke markas Borneo FC di Stadion Segiri pada Kamis, 26 Februari 2026. Laga pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pertaruhan ambisi di papan atas dan upaya menjaga momentum positif.

Borneo FC, yang berjuluk Pesut Etam, kini tengah memacu mesin penuh demi mengikis selisih empat poin dari dua pemuncak klasemen, Persib Bandung dan Persija Jakarta. Ambisi juara yang menyala-nyala membuat mereka pantang kehilangan poin di kandang sendiri, menjadikan setiap laga sebagai final dalam perburuan gelar.

Singo Edan Tantang Juara Pesut Etam
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

Menyikapi kekuatan lawan, gelandang bertahan Arema FC asal Brasil, Matheus Blade, tak sungkan melontarkan pujian. Pemain berusia 28 tahun itu mengakui solidnya skuad Pesut Etam yang tengah berjuang di jalur juara. “Kami sangat menghormati Borneo yang saat ini berada di papan atas. Tahun ini mereka ingin menjadi juara,” ujar Blade, yang juga tercatat sebagai pemain dengan tekel sukses terbanyak di Super League musim ini, kepada Wilwatikta.ac.id.

Namun, rasa hormat tak berarti tanpa perlawanan. Blade menegaskan, Singo Edan tidak datang ke Samarinda hanya untuk menjadi pelengkap jadwal atau menyerahkan poin begitu saja. “Kami datang untuk bekerja keras dan berjuang. Semoga dalam pertandingan ini kami bisa bermain dengan baik,” imbuh mantan punggawa Noroeste, klub Serie B Brasil musim lalu. Arema berambisi melanjutkan rekor tak terkalahkan dalam empat laga terakhir di putaran kedua. Dengan 31 poin di posisi kesembilan, target finis lima besar tetap menjadi motivasi utama, dan Blade yakin konsistensi adalah kuncinya.

Peran sentral Blade di lini tengah Arema tak terbantahkan. Musim ini, ia menjelma menjadi tembok kokoh di posisi gelandang bertahan, meski sempat diplot sebagai bek tengah. Kemampuannya memutus alur serangan lawan dan membaca permainan menjadikannya tulang punggung tim. Adaptasinya yang cepat di sepak bola Indonesia, meski baru musim perdana, tak lepas dari lingkungan tim yang suportif, terutama dengan kehadiran rekan-rekan senegara dari Brasil.

Kenangan pahit kekalahan 1-3 di Stadion Kanjuruhan pada pertemuan pertama musim ini masih membekas di benak Blade. Kali ini, ia bertekad membawa Arema tampil lebih solid dan meraih hasil positif di kandang lawan, membuktikan bahwa Singo Edan siap memberikan perlawanan sengit kepada tim yang berambisi juara.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar