PSM Makassar harus menelan pil pahit ganda usai takluk 0-2 dari Dewa United dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Selain kekalahan menyakitkan di kandang sendiri, pelatih Tomas Trucha kini dihadapkan pada kekhawatiran serius terhadap kondisi gelandang andalannya, Gledson Paixao, yang ditarik keluar karena cedera.
Bertanding di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Sabtu (14/2/2026), Juku Eja sebenarnya mampu mengimbangi permainan ketat Dewa United sepanjang babak pertama, menjaga skor tetap 0-0. Namun, mimpi buruk datang menjelang peluit akhir. Dua gol telat dari Vico Duarte di menit ke-90 dan Alex Martins pada menit ke-90+4 membungkam seisi stadion, memastikan tiga poin melayang dari genggaman PSM.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496544/original/094665400_1770546331-_salonpasletsmove_Goal_Moment_____The_Gleds_Mask_celebration__________g.paixao_40_EwakoPSM__Salonpas_.webp)
Hasil minor ini semakin membenamkan Pasukan Ramang di papan tengah bawah klasemen sementara. Mereka kini tertahan di posisi ke-13 BRI Super League dengan koleksi 23 poin, dari rekor lima kemenangan, delapan hasil imbang, dan delapan kekalahan.
Evaluasi Permainan dan Kritik Tajam Trucha
Usai pertandingan, Tomas Trucha tak menutupi kekecewaannya. Pelatih asal Republik Ceska ini secara terang-terangan mengkritik strategi bertahan timnya yang dinilai terlalu dalam. “Kami harus kembali ke fundamental, lebih kompak, dan bertahan dengan lebih baik. Kami berhasil melakukannya saat melawan Padang dan Biak, namun hari ini saya tidak puas dengan cara kami bermain terlalu dalam,” tegas Trucha.
Ia menekankan bahwa instruksinya bukan untuk menumpuk pemain di area pertahanan sendiri. “Seharusnya kami memberikan tekanan lebih intensif di area tengah lapangan, dan saat menguasai bola, kami harus bisa mempertahankannya. Instruksi saya bukan untuk bermain sedalam itu,” tambahnya, menyiratkan frustrasi terhadap implementasi taktik di lapangan.
Kondisi Gledson Paixao Mengkhawatirkan
Kekhawatiran Trucha semakin bertambah dengan cedera yang menimpa Gledson Paixao. Gelandang asal Brasil itu terpaksa ditarik keluar pada babak kedua, digantikan Ananda Raehan, bukan karena alasan taktis melainkan kondisi fisik.
“Kami tidak menariknya keluar begitu saja. Gledson sendiri yang meminta diganti karena merasakan sakit, yang sebenarnya sudah ia rasakan selama seminggu terakhir,” ungkap Trucha, menjelaskan kronologi cedera pemain berusia 54 tahun itu. “Kami sangat berharap ia baik-baik saja, namun ia hanya mampu bermain 45 menit dan kami terpaksa melakukan pergantian.”
Gledson merupakan pilar penting bagi PSM musim ini, tercatat telah tampil 16 kali sejak didatangkan, menyumbangkan satu gol dan satu assist bagi Pasukan Ramang. Kehilangan dirinya tentu menjadi pukulan telak bagi kekuatan lini tengah Juku Eja yang sedang berjuang keras memperbaiki posisi di klasemen. Tim pelatih dan manajemen kini menanti kabar terbaru mengenai tingkat keparahan cedera Gledson, berharap ia bisa segera pulih dan kembali memperkuat tim.






