Jakarta – Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) telah meresmikan penunjukan John Herdman, juru taktik asal Inggris, sebagai arsitek baru Timnas Indonesia sejak Januari lalu. Keputusan ini, yang mengikat Herdman dengan kontrak dua tahun plus opsi perpanjangan, ternyata memicu kejutan di kalangan pelatih Liga 1, salah satunya Fabio Lefundes dari Borneo FC Samarinda.
Lefundes secara blak-blakan mengungkapkan prediksinya yang meleset. “Jujur, saya cukup terkejut. Saya sempat menduga PSSI akan memanggil Coach Bojan Hodak untuk menukangi Timnas Indonesia,” ujar Lefundes dalam sesi wawancara eksklusif dengan Wilwatikta.ac.id. Pelatih asal Brasil itu menambahkan, keyakinannya itu bukan tanpa alasan, mengingat rekam jejak Hodak yang sukses membawa Persib Bandung meraih dua gelar juara beruntun di BRI Super League.

Pelatih Borneo FC Samarinda itu kemudian menyoroti pola rekrutmen PSSI yang cenderung mengesampingkan talenta pelatih di liga domestik. “Selama saya berkarier di sini, saya mengamati PSSI jarang sekali memberikan kesempatan kepada pelatih yang berkompetisi di liga Indonesia,” ungkapnya. Lefundes menyebut nama-nama seperti Simon McMenemy dan Jackson Tiago sebagai pengecualian langka. Ia juga menyinggung pelatih sukses lain seperti Teco, Bernardo Tavares, dan Bojan Hodak sendiri, yang menurutnya “sudah dua kali juara tapi tidak ada yang membicarakan mereka.”
Meski demikian, Lefundes tetap optimistis terhadap kiprah Herdman. Ia menyadari bahwa Herdman akan menghadapi tantangan adaptasi yang tidak mudah, mengingat Indonesia adalah negara Asia pertama yang dilatihnya. “Dia datang ke sini, tanpa informasi sebelumnya, harus memulai dari nol. Ini akan menjadi tantangan besar, namun saya yakin dia akan menemukan cara untuk sukses,” pungkas Lefundes. Pandangan Lefundes ini memberikan perspektif menarik mengenai dinamika pemilihan pelatih timnas serta apresiasi terhadap kompetisi lokal yang ketat, seperti persaingan di BRI Super League 2025/2026.






