Wilwatikta.ac.id, Bandung – Skuad Maung Bandung, Persib, secara resmi mengumumkan kedatangan dua pemain baru yang siap memperkuat barisan pertahanan mereka. Layvin Kurzawa dan Dion Markx diharapkan mampu menjadi pilar kokoh di lini belakang, menyusul kepergian beberapa pemain kunci sebelumnya. Langkah strategis ini diambil untuk menghadapi ketatnya persaingan di putaran kedua BRI Super League 2025/2026.
Nama Layvin Kurzawa sontak menarik perhatian publik sepak bola nasional. Bek berpengalaman berusia 33 tahun ini, yang sebelumnya malang melintang di klub raksasa Prancis Paris Saint-Germain, dikenal memiliki fleksibilitas posisi yang luar biasa. Ia tak hanya piawai sebagai bek tengah atau bek kiri, namun juga mampu beroperasi sebagai winger kiri. Kemampuan kaki kirinya yang dominan diprediksi akan menambah dimensi baru, baik dalam skema bertahan maupun menyerang di sektor kiri lapangan Persib. Agresivitasnya dalam membantu serangan hingga ke jantung pertahanan lawan menjadi aset berharga bagi Pangeran Biru. Layvin Kurzawa sendiri diperkenalkan sebagai penggawa baru Maung Bandung pada awal putaran kedua BRI Super League 2025/2026, tepatnya Minggu (25/1/2026).

Selain Kurzawa, Persib juga mengamankan jasa Dion Markx, seorang bek muda yang menjanjikan. Meskipun posisi utamanya adalah bek tengah, Dion memiliki kapabilitas untuk bermain sebagai gelandang bertahan, memberikan opsi taktis tambahan bagi pelatih. Kehadirannya juga krusial karena ia termasuk dalam kategori pemain U-23, memenuhi regulasi liga sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi klub.
Pelatih kepala Persib, Bojan Hodak, tidak ragu menjelaskan urgensi perekrutan kedua pemain ini. Menurutnya, kebutuhan mendesak di lini belakang menjadi alasan utama, terutama setelah tim kehilangan Rezaldi Hehanussa dan Hamra Hehanussa. “Kami memang sedikit kekurangan opsi di sektor pertahanan, oleh karena itu kami mendatangkan satu bek kiri dan satu bek tengah,” jelas Hodak. Ia menambahkan, “Dion, seperti Kakang dan Robi, mengisi kuota pemain U-23. Kami selalu mencari talenta muda karena mereka memiliki potensi besar untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di masa depan.” Pernyataan ini menegaskan visi klub untuk menyeimbangkan pengalaman dan potensi muda.
Kehadiran dua amunisi anyar ini secara signifikan memperkaya pilihan taktik bagi pelatih asal Kroasia tersebut, khususnya di sektor pertahanan. Hodak kini memiliki fleksibilitas lebih dalam meramu strategi. Dalam skema 4-3-3 yang kerap menjadi andalan, Teja Paku Alam diprediksi tetap akan mengawal gawang. Performa Teja yang impresif dengan 10 clean sheet dan hanya 8 kali kebobolan dari 16 laga menjadi alasan kuat. Di lini belakang, Layvin Kurzawa berpotensi besar mengisi pos bek kiri, membentuk duet tangguh dengan Patricio Matricardi dan Julio Cesar di jantung pertahanan. Sementara itu, posisi bek kanan kemungkinan besar akan tetap dipercayakan kepada Kakang Rudianto, yang juga memenuhi kuota pemain U-23. Regulasi liga yang mewajibkan tim menurunkan pemain U-23 selama minimal 45 menit turut menjadi pertimbangan penting dalam komposisi ini. Dion Markx, meski berstatus U-23, diperkirakan akan menjadi pesaing ketat bagi bek tengah lainnya atau bahkan opsi di lini tengah, mengingat kemampuannya sebagai gelandang bertahan.






