Wilwatikta.ac.id, Kediri – Detak jantung kompetisi BRI Super League 2025/2026 kian cepat berpacu, menyisakan sembilan pertandingan krusial yang akan menentukan nasib setiap tim. Bagi Persik Kediri, situasi ini membawa tekanan besar. Tim berjuluk Macan Putih ini dihadapkan pada misi vital untuk benar-benar mengamankan posisi mereka dari jerat degradasi.
Hingga pekan ke-25, Persik masih tertahan di peringkat ke-12 klasemen sementara, mengoleksi 29 poin. Catatan ini kontras dengan performa mereka pada periode yang sama musim sebelumnya, di mana Persik mampu mengemas 34 angka dan menduduki urutan ke-11 dengan agregat gol surplus satu. Perbandingan ini semakin timpang melihat kondisi terkini, di mana defisit gol Persik mencapai minus 13.

Kilasan musim sebelumnya menunjukkan bahwa Persik juga pernah berada dalam situasi genting. Pada pekan ke-28, owner Persik, Arthur Irawan, mengambil keputusan strategis dengan menghentikan kerja sama dengan pelatih asal Brasil, Marcelo Rospide, dan menunjuk Divaldo Alves sebagai pengganti. Pelatih berpaspor Portugal ini diberi mandat untuk menyelamatkan tim dalam tujuh laga sisa. Divaldo berhasil mencatat satu kemenangan, tiga seri, dan tiga kekalahan, yang puncaknya adalah kemenangan telak 3-0 atas Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang pada pekan ke-32, memastikan Persik lepas dari zona merah.
Lantas, bagaimana proyeksi keselamatan Persik musim ini? Analisis menunjukkan bahwa untuk mencapai ambang aman dan menyamai raihan poin musim lalu, Macan Putih setidaknya membutuhkan tiga hingga empat kemenangan lagi. Jika Persik mampu mengumpulkan total 38 atau 41 poin, peluang mereka untuk disalip oleh tim-tim di bawahnya akan sangat kecil. Sebagai perbandingan, Madura United, yang kini menghuni bibir zona merah dengan 20 angka, hanya akan mencapai maksimal 35 poin sekalipun mereka menyapu bersih lima laga kandang tersisa.
Namun, jalan menuju kepastian tersebut tidaklah mulus. Marcos Reina, arsitek tim Persik saat ini, dituntut meracik strategi dengan sangat cermat. Dari lima partai kandang mendatang, Persik bakal bentrok kontra tim-tim elite seperti Persija Jakarta dan Borneo FC. Kedua tim ini merupakan kontestan papan atas yang terus bersaing ketat dengan Persib Bandung dalam perebutan gelar juara musim ini.
Oleh karena itu, kewajiban bagi Ezra Walian dan kolega adalah pantang terpeleset di rumah sendiri. Tak ada ruang untuk kesalahan jika mereka tak ingin peringkat tim melorot drastis di akhir musim nanti dan terjerumus ke jurang degradasi yang mengancam.






