PAMEKASAN
– Gelora Madura Ratu Pamellingan siap menyajikan duel krusial pada Selasa, 3 Maret 2026 malam WIB. Tuan rumah Madura United akan menjamu Malut United dalam lanjutan BRI Super League, sebuah laga yang berpotensi menjadi penentu nasib bagi kedua tim, terutama Laskar Sape Kerrap yang kian terpojok di papan bawah klasemen.

Delapan pertandingan tanpa kemenangan telah menyeret Madura United ke posisi ke-14 klasemen sementara, hanya berjarak dua poin dari jurang degradasi. Situasi genting ini membuat laga kontra Malut United bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan pertaruhan harga diri dan kelangsungan tim di kasta tertinggi. Kemenangan menjadi harga mati bagi anak asuh Carlos Parreira jika tak ingin mimpi buruk degradasi menjadi kenyataan.
Meski telah melakukan perombakan signifikan, termasuk mendatangkan Carlos Parreira sebagai juru taktik baru menggantikan Alfredo Vera, serta merekrut penyerang seperti Junior Brandao dan Riquelme Sousa, performa Laskar Sape Kerrap belum menunjukkan perbaikan berarti. Lini serang masih tampak mandul, sementara pertahanan justru semakin keropos, menjadi pekerjaan rumah besar bagi Parreira dan timnya.
Di sisi lain, Malut United juga datang dengan misi serupa: bangkit dari keterpurukan. Anak asuh Hendri Susilo hanya mampu mengamankan satu kemenangan dari lima laga terakhir, sebuah catatan yang tentu jauh dari ekspektasi tim papan atas. Namun, Laskar Kie Raha bukan tanpa taring. Dengan skuad yang dihuni nama-nama mentereng seperti David da Silva, Ciro Alves, dan Tyronne del Pino, mereka terbukti masih mampu mencetak gol, bahkan 11 gol dalam lima laga terakhir.
Masalah utama Malut United terletak pada kerapuhan di awal pertandingan, seringkali kecolongan gol pembuka yang membuat ketajaman lini depan seolah tak berarti. Menghadapi Madura United yang sedang goyah adalah momentum emas bagi Malut United untuk kembali ke jalur kemenangan dan mengembalikan kepercayaan diri, sekaligus mengancam posisi tuan rumah.
Menurut analisis Wilwatikta.ac.id, Carlos Parreira kemungkinan akan menurunkan formasi 3-5-2 untuk Madura United. M. Diky Indrayana dipercaya di bawah mistar, didukung trio bek Nurdiansyah, Jorge Mendonca, dan Pedro Monteiro. Di lini tengah, Jordy Wehrmann dan Kerim Palic akan menjadi motor serangan, sementara duet Riquelme Sousa dan Lulinha diharapkan mampu memecah kebuntuan.
Sementara itu, Hendri Susilo dari Malut United diprediksi tetap mengandalkan skema 4-3-3. Angga Saputro akan menjaga gawang, dengan Yance Sayuri dan Yakob Sayuri di posisi sayap pertahanan. Trio lini serang Ciro Alves, David da Silva, dan Taufik Rustam akan menjadi ancaman utama bagi pertahanan Madura United yang sedang rapuh.
Dengan mempertimbangkan kondisi kedua tim, Wilwatikta.ac.id memprediksi laga ini akan berjalan ketat dan penuh tensi. Namun, dengan lini serang yang lebih tajam dan skuad yang relatif lebih stabil, Malut United sedikit diunggulkan untuk mencuri poin penuh. Prediksi Wilwatikta.ac.id: Madura United 45% – Malut United 55%.






