Wilwatikta.ac.id, Tangerang – Sebuah duel yang dinanti-nantikan di panggung internasional, yang melibatkan dua pilar penting Persita Tangerang, Tamirlan Kozubaev dan Pablo Ganet, harus pupus di tengah jalan. Keduanya terpaksa membatalkan partisipasi mereka dalam FIFA Match Day Maret 2026 akibat kendala geopolitik dan logistik penerbangan yang pelik.
Sejatinya, laga uji coba antara Timnas Kirgistan, yang diperkuat Kozubaev, dan Timnas Guinea Khatulistiwa, dengan Ganet di dalamnya, dijadwalkan berlangsung di Antalya, Turki, pada 25 Maret 2026. Pertemuan ini seharusnya menjadi momen unik, mempertemukan rekan setim di level klub sebagai lawan di kancah negara.

Bek tangguh Persita, Tamirlan Kozubaev, mengungkapkan kekecewaannya atas pembatalan ini. “Ya, saya seharusnya dipanggil oleh tim nasional untuk jeda internasional bulan ini. Apalagi kami memiliki pelatih baru, yakni Robert Prosinecki yang merupakan mantan pemain Real Madrid dan Barcelona,” ujarnya kepada Wilwatikta.ac.id, Tangerang.
Namun, kendala tak terduga muncul. “Karena federasi sepakbola Kirgistan kesulitan dalam mengurus tiket penerbangan saya ke Turki, maka saya pun dengan berat hati harus mundur dari panggilan kali ini,” imbuhnya, menjelaskan situasi yang membuatnya absen membela negaranya.
Senada dengan Kozubaev, gelandang serang Pablo Ganet juga mengalami nasib serupa. Pemain yang baru saja tampil di Piala Afrika 2025 bersama Guinea Khatulistiwa ini menjelaskan alasannya mundur dari panggilan tim nasional. “Saya dipanggil ke tim nasional untuk memainkan dua pertandingan internasional, tetapi saya berbicara dengan pelatih (Carlos Pena) dan manajer tim, dan karena situasi perang dan masalah penerbangan, saya memutuskan untuk tidak bergabung dengan tim nasional,” kata Ganet.
Ganet tak menampik penyesalannya karena melewatkan kesempatan berhadapan dengan rekan setimnya. “Ya jika situasinya normal saya bisa saja menghadapi Tamirlan di laga uji coba kali ini. Namun karena berbagai alasan hal itu batal terjadi,” lanjutnya.
Pembatalan ini tentu menjadi kerugian, mengingat kedua pemain memiliki jam terbang internasional yang sangat tinggi. Tamirlan Kozubaev telah mencatatkan 63 penampilan untuk Kirgistan sejak debutnya pada 2015, menjadikannya salah satu pilar utama. Sementara itu, Pablo Ganet tak kalah impresif dengan 56 caps bersama Guinea Khatulistiwa sejak tahun yang sama.
Situasi geopolitik yang bergejolak di kawasan Timur Tengah memang kerap menimbulkan dampak domino, termasuk pada agenda olahraga. Kali ini, dua bintang Persita harus merelakan kesempatan untuk membela negara dan bahkan saling berhadapan, demi alasan keamanan dan logistik yang tak memungkinkan.






