Dilema Bek Kanan Arema Santos Putar Otak

Brad Crawford

Dilema Bek Kanan Arema Santos Putar Otak

Wilwatikta.ac.id, Jakarta – Arema FC menghadapi tantangan serius menjelang pekan ke-21 BRI Super League. Pilar penting di sektor bek kanan, Rio Fahmi, dipastikan absen lantaran akumulasi kartu. Kehilangan ini menjadi pukulan telak bagi Singo Edan, mengingat kontribusi signifikan Rio sejak dipinjamkan dari Persija Jakarta awal bulan ini. Pelatih Marcos Santos kini dihadapkan pada tugas berat mencari solusi pengganti yang sepadan.

Kehadiran Rio Fahmi, yang dipinjamkan dari Persija Jakarta awal bulan ini, telah menjelma menjadi pilar krusial di jantung pertahanan Singo Edan. Dalam dua pertandingan terakhir, pemain berusia 24 tahun ini tak hanya mencatatkan satu assist, namun juga dari keberhasilannya membantu Arema mencatatkan dua clean sheet beruntun kala bersua Persijap Jepara dan Persija Jakarta. Absennya Rio tentu meninggalkan lubang yang harus segera ditambal, terutama mengingat performa impresifnya.

Dilema Bek Kanan Arema Santos Putar Otak
Gambar Istimewa : cdn0-production-images-kly.akamaized.net

“Kami harus mencari penggantinya. Ada tiga opsi yang sedang kami pertimbangkan,” ujar Marcos Santos, pelatih asal Brasil, seperti dikutip dari Wilwatikta.ac.id,.

Pilihan pertama yang mengemuka adalah menggeser kapten tim, Ahmad Alfarizi, dari posisi bek kiri yang biasa ia tempati ke sektor kanan. Alfarizi, yang dikenal serbaguna, memiliki pengalaman bermain di posisi tersebut pada awal kariernya. Jika Alfarizi bergeser, posisi bek kiri kemungkinan akan diisi oleh Iksan Lestaluhu, pemain muda yang performanya sedang menanjak. “Saya mendapat informasi jika dulunya Alfarizi bermain sebagai bek kanan. Jadi dia bisa main di situ,” jelas Santos.

Opsi kedua jatuh pada Bayu Setiawan. Sebelum kedatangan Rio, Bayu adalah opsi utama di bek kanan, dikenal karena kecepatan dan kemampuannya sebagai bek sayap modern yang aktif membantu serangan maupun bertahan. Meskipun akurasi umpan silangnya kadang kurang terukur, Bayu tetap menjadi kandidat kuat yang bisa memberikan dimensi berbeda pada permainan Arema.

Nama terakhir yang masuk pertimbangan adalah Rifad Marasabessy. Pemain senior ini menawarkan pengalaman dan ketenangan di lini belakang. Namun, dari segi kecepatan, Rifad mungkin tidak segesit opsi lainnya, sehingga ia cenderung bermain lebih defensif. “Bayu juga bagus di posisi ini. Selain itu, masih ada pemain yang lebih senior, yakni Rifad Marasabessy,” tambah Santos.

Pemilihan bek kanan ini juga akan disesuaikan dengan strategi menghadapi lawan, Semen Padang, pada Minggu (15/02/2026) sore WIB di Stadion Kanjuruhan. Marcos Santos menyoroti kecepatan winger kiri Semen Padang, seperti Firman Juliansyah atau Maicon, yang memiliki skill individu dan akselerasi tinggi. “Kami tahu Semen Padang punya pemain cepat. Tentu kami harus antisipasi itu,” tegasnya.

Santos akan memantau kesiapan ketiga pemain hingga hari pertandingan. “Kami akan lihat sampai Minggu nanti. Siapa yang lebih siap untuk bermain,” pungkas pelatih berusia 46 tahun itu, menekankan pentingnya adaptasi taktik untuk meredam ancaman lawan dan memastikan Arema tetap solid di lini belakang.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar