Di tengah gempuran ketat BRI Super League musim 2025/2026, nama Kadu, penjaga gawang andalan PSBS Biak, mencuat sebagai salah satu pahlawan di bawah mistar gawang. Hingga pekan ke-18, kiper asal Angola ini berhasil menempatkan dirinya dalam daftar lima besar penjaga gawang dengan penyelamatan terbanyak, sebuah capaian individu yang gemilang.
Kontribusi Kadu di jantung pertahanan skuad berjuluk Badai Pasifik ini tak bisa dipandang sebelah mata. Dengan sigap, ia berulang kali menjadi benteng terakhir yang menyelamatkan tim dari kebobolan, terutama dalam momen-momen krusial. Namun, kilau individu Kadu sayangnya belum mampu mengangkat posisi PSBS Biak dari keterpurukan di klasemen.

PSBS Biak saat ini masih terseok-seok di zona papan bawah, menduduki peringkat ke-15 klasemen sementara BRI Super League. Dengan hanya mengumpulkan 16 poin dari empat kemenangan, empat hasil imbang, dan sepuluh kekalahan, perjalanan tim ini masih penuh tantangan.
Performa cemerlang Kadu tentu saja tak luput dari perhatian. Caretaker pelatih PSBS, Kahudi Wahyu Widodo, secara terbuka memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, kiper berpaspor Angola itu adalah elemen vital dalam skema pertahanan Badai Pasifik.
“Kadu adalah pemain yang sangat penting dalam sistem pertahanan kami. Penyelamatan-penyelamatan yang ia lakukan kerap kali memukau dan krusial,” ungkap Kahudi kepada Wilwatikta.ac.id pada Rabu (28/1/2026).
Kahudi juga menyoroti kemampuan Kadu dalam membaca permainan, sebuah atribut yang membuat kontribusinya sangat terasa di lapangan. “Saya melihat bagaimana dia memiliki reading the game yang sangat baik. Kontribusinya besar bagi tim, dan saya yakin beberapa klub lain akan meliriknya di masa depan,” puji Kahudi. Ia menambahkan, “Setiap pemain harus selalu bermain maksimal, baik untuk diri sendiri maupun untuk tim.”
Kiper berusia 31 tahun ini, yang direkrut pada 31 Juni 2025, telah mengawal gawang PSBS dalam 17 pertandingan. Selama periode tersebut, ia kebobolan 33 gol, mencatatkan tiga cleansheet, dan menerima tiga kartu kuning.
Salah satu penampilan paling mencolok Kadu terjadi pekan lalu, saat PSBS Biak menghadapi pemuncak klasemen Persib Bandung pada 25 Januari 2026. Meskipun timnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 0-1, aksi heroik eks kiper FC Porto ini di bawah mistar sukses mencuri perhatian dan menuai pujian.
“Kadu adalah pemain dengan kemampuan yang menurut saya, di level Liga Indonesia, seharusnya ia masuk kategori top level,” tegas Kahudi Wahyu Widodo, menggarisbawahi kualitas sang penjaga gawang.
Data statistik yang dihimpun dari situs I.League menunjukkan bahwa Kadu telah membukukan 63 penyelamatan gemilang. Angka ini menempatkannya di posisi keempat dalam daftar penjaga gawang tersibuk di BRI Super League musim ini, membuktikan betapa vitalnya perannya.
Di atas Kadu, ada Nadeo Argawinata dari Borneo FC yang memimpin dengan 73 penyelamatan. Mike Hauptmeijer dari Bali United berada di posisi kedua dengan 71 saves, diikuti oleh Ernando Ari dari Persebaya Surabaya dengan 65 penyelamatan. Sementara itu, Igor Rodrigues dari Persita Tangerang melengkapi daftar lima besar dengan 55 saves.
Meski timnya masih berjuang di papan bawah, performa Kadu menjadi secercah harapan dan bukti bahwa kualitas individu bisa tetap bersinar di tengah badai. Masa depan kiper Angola ini patut dinantikan, apakah ia akan tetap menjadi benteng kokoh PSBS atau menarik minat klub-klub besar lainnya.






