Wilwatikta.ac.id, Jakarta – Mimpi Timnas Indonesia U-23 untuk berlaga di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, terancam pupus. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Komite Olimpiade Asia (OCA) baru saja mengeluarkan aturan anyar yang secara signifikan mengubah kriteria partisipasi untuk cabang sepak bola putra.
Berdasarkan regulasi terbaru, pesta multicabor se-Asia itu kini hanya akan diikuti oleh 16 negara yang berhasil lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2024 di Qatar lalu. Ini berarti, jalur kualifikasi langsung yang sebelumnya memungkinkan negara mendaftarkan tim melalui komite olimpiade masing-masing, seperti yang terjadi pada Asian Games Hangzhou 2022, kini ditiadakan.

Situasi ini menjadi kabar buruk bagi skuad Garuda Muda. Pasalnya, Timnas Indonesia U-23 gagal melaju ke Piala Asia U-23 2024. Kala itu, tim asuhan Gerald Vanenburg kandas di babak kualifikasi yang digelar di Sidoarjo. Dengan demikian, peluang Indonesia untuk tampil di Asian Games 2026 yang akan berlangsung pada 19 September hingga 3 Oktober 2026, praktis tertutup rapat.
Lobi PSSI dan Kesenjangan Aturan
Namun, harapan belum sepenuhnya padam. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) masih memiliki celah untuk melobi AFC dan OCA. Kunci lobi ini terletak pada argumen kuat terkait status Asian Games sebagai ajang multicabor khusus negara-negara di Benua Asia.
Salah satu strategi yang bisa ditempuh adalah dengan mempertanyakan keikutsertaan Timnas Australia U-23. Tim Negeri Kanguru tersebut memang tampil di Piala Asia U-23 lalu. Namun, PSSI dan KOI bisa berargumen bahwa meskipun Federasi Sepak Bola Australia (FA) telah bergabung dengan AFC sejak 2006 dan Sub-konfederasi Sepak Bola ASEAN (AFF) sejak 2013, keanggotaan ini sejatinya diperuntukkan bagi event tunggal sepak bola yang diselenggarakan AFC atau FIFA, bukan untuk ajang multicabor seperti Asian Games.
Toni Ho, seorang pengamat sepak bola senior sekaligus pelatih asal Makassar, turut menyoroti kejanggalan regulasi ini. “Aturan peserta cabang sepak bola putra Asian Games yang digagas AFC dan OCA rancu. Karena ini pesta multicabang olahraga negara-negara Asia, maka seharusnya tak boleh ada negara di luar Asia ikut. Termasuk Timnas Australia U-23 tak boleh ambil bagian,” tegas Toni Ho.
Menurut Toni Ho, posisi Timnas Australia U-23 seharusnya dapat digantikan oleh negara Asia lainnya melalui babak playoff. “AFC dan OCA harus adil memperlakukan negara anggotanya. Cara paling fair, satu tempat Timnas Australia U-23 bisa diperebutkan lewat playoff yang diambil dari hasil Kualifikasi Piala Asia U-23 kemarin,” jelas mantan pelatih Persipura Jayapura itu.
Dengan demikian, masa depan Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2026 kini sangat bergantung pada keberhasilan lobi PSSI dan KOI dalam meyakinkan otoritas sepak bola dan olimpiade Asia untuk meninjau kembali regulasi yang dinilai rancu ini, demi membuka kembali pintu partisipasi bagi Garuda Muda.






