Pasca-libur Idulfitri, Arema FC kembali menggeber latihan untuk menghadapi lanjutan BRI Super League dengan kondisi yang tak biasa. Skuad Singo Edan kini dihadapkan pada tantangan besar, terutama dengan minimnya pilar asing yang tersisa, sebuah situasi yang justru membuka pintu lebar bagi talenta lokal untuk menunjukkan kualitasnya.
Hanya lima pemain asing yang masih memperkuat Arema FC, yakni Julian Guevara, Lucas Frigeri, Gustavo Franca, Valdeci Moreira, dan Gabriel Silva. Kondisi ini secara otomatis memaksa tim pelatih untuk mengandalkan setidaknya enam pemain lokal sebagai starter. Sebuah pemandangan yang cukup langka, mengingat biasanya Arema memaksimalkan kuota tujuh pemain asing di lini awal.

Pelatih Arema FC melihat situasi ini sebagai peluang emas. “Ini menjadi kesempatan besar bagi pemain lokal. Momen ini juga akan menjadi penentu masa depan mereka di tim,” ungkapnya. Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa performa di laga-laga krusial mendatang akan menjadi penentu nasib para pemain lokal untuk musim depan, dengan manajemen yang siap memantau kesiapan dan kontribusi mereka di lapangan.
Beruntungnya, Arema FC masih memiliki deretan pemain lokal sarat pengalaman seperti Ahmad Alfarizi, Dendi Santoso, Jayus Hariono, Leo Guntara, Rifad Marasabessy, dan Dedik Setiawan. Selain itu, potensi pemain muda seperti Salim Tuharea, Iksan Lestaluhu, dan Arkhan Fikri juga siap diuji dan diharapkan mampu memberikan kejutan.
Namun, tantangan yang menanti tidaklah ringan. Lawan yang akan dihadapi adalah Malut United, tim yang dikenal tangguh dan bersaing di papan atas. Ironisnya, bermain di kandang sendiri, Stadion Kanjuruhan, justru bukan jaminan keuntungan bagi Singo Edan. Tercatat, mereka sudah tujuh kali gagal meraih kemenangan di sana, menambah daftar pekerjaan rumah bagi tim untuk segera memutus tren negatif tersebut.






