Timnas Indonesia bersiap menghadapi tantangan FIFA Series 2026 akhir Maret ini, diawali laga kontra St. Kitts and Nevis pada 27 Maret, lalu Bulgaria atau Kepulauan Solomon tiga hari kemudian. Pelatih John Herdman telah memanggil 41 nama dalam skuad sementara, memadukan wajah-wajah baru, pemain yang kembali setelah absen, dan beberapa pilar senior yang diharapkan membawa kedalaman serta kematangan ke dalam tim.
Di antara daftar panjang tersebut, perhatian tertuju pada empat pemain yang usianya telah melampaui kepala tiga. Kehadiran mereka bukan sekadar mengisi daftar, melainkan sebuah strategi cerdas dari Herdman. Jam terbang tinggi, kematangan taktis, dan kemampuan memimpin di lapangan adalah aset berharga yang diharapkan dapat membimbing para pemain muda dan memberikan opsi strategis krusial dalam menghadapi turnamen penting. Usia, dalam konteks ini, menjadi penanda kematangan, bukan batasan.

Berikut adalah kuartet veteran yang siap memperkuat skuad Garuda:
Jordi Amat: Jenderal Lini Belakang
Di lini pertahanan, nama Jordi Amat (33 tahun) mencuat sebagai salah satu veteran paling senior. Dengan 19 penampilan sejak debutnya pada Desember 2022, mantan bek La Liga dan Premier League ini dikenal karena ketenangan, kemampuan membaca permainan, dan akurasi distribusinya yang presisi. Pengalamannya bersama Persija Jakarta, di mana ia telah tampil 21 kali dan mencetak tiga gol musim ini, menunjukkan bahwa ia masih berada di puncak performa. Jordi diproyeksikan tidak hanya sebagai pelapis ideal bagi bek-bek muda seperti Jay Idzes atau Rizky Ridho, tetapi juga sebagai pemimpin di lapangan yang mampu membangun serangan dari belakang.
Joey Pelupessy: Motor Pengangkut Air
Bergeser ke sektor tengah, Joey Pelupessy (32 tahun) yang baru debut pada Maret 2025 namun telah mengoleksi lima caps, menjadi harapan baru. Gelandang bertahan berdarah Maluku ini, yang kini bermain reguler di kasta kedua Liga Belgia bersama Lommel, dikenal dengan stamina prima, disiplin taktis, dan kemampuan memutus serangan lawan yang luar biasa. Akurasi umpannya yang mencapai 93% dan visinya yang matang menjadikannya “gelandang pengangkut air” yang tangguh. Herdman bahkan diyakini akan menempatkannya sebagai pilihan utama untuk menjaga keseimbangan lini tengah.
Stefano Lilipaly: Kreator Flamboyan
Stefano Lilipaly, dengan usia 36 tahun, adalah pilar paling senior di skuad Garuda. Gelandang serang flamboyan ini, yang telah mengoleksi 33 caps dan dua gol, tetap menunjukkan konsistensi di Dewa United dengan 26 penampilan di semua kompetisi musim ini. Fleksibilitasnya bermain sebagai gelandang serang, winger, atau bahkan false nine, ditambah visi tajam dan akurasi tembakan luar biasa, menjadikannya opsi ofensif yang berharga. Meskipun mungkin bukan starter reguler, kemampuan Lilipaly untuk mengubah jalannya pertandingan dari bangku cadangan sangat diandalkan.
Marc Klok: Jantung Permainan Enerjik
Melengkapi kuartet veteran, Marc Klok (32 tahun) dari Persib Bandung tetap menjadi pilihan utama di lini tengah. Dengan 22 caps dan lima gol sejak debutnya pada Juni 2022, Klok adalah gelandang jangkar yang komplet. Kemampuannya sebagai pengatur permainan yang piawai, ditunjang stamina tinggi, determinasi kuat, dan tembakan jarak jauh mematikan, menjadikannya aset tak tergantikan. Meskipun kadang dirotasi di klub, panggilan timnas menunjukkan bahwa John Herdman sangat menghargai kontribusi dan kepemimpinannya di lapangan.
Kehadiran kuartet veteran ini menegaskan strategi John Herdman untuk memadukan energi muda dengan kematangan pengalaman. Mereka bukan hanya pemain, melainkan juga pemimpin dan stabilisator yang krusial bagi Timnas Indonesia dalam menghadapi FIFA Series 2026. Dengan “jam terbang” tinggi yang mereka miliki, diharapkan Garuda mampu terbang lebih tinggi dan meraih hasil maksimal.






