Wilwatikta.ac.id, Kediri – BRI Super League 2025/2026 memasuki pekan ke-23, dan seperti yang telah diprediksi, kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia ini masih didominasi oleh talenta-talenta asal Brasil. Kehadiran legiun asing dari Negeri Samba memang terasa begitu kuat, memengaruhi hampir setiap lini permainan di berbagai klub. Namun, di tengah gelombang Samba, dua nama non-Brasil mulai mencuri perhatian dan mengancam hegemoni tersebut dalam perburuan gelar pencetak gol terbanyak.
Sejak awal musim, para penyerang berpaspor Brasil memang tampil menawan, menjadi motor utama tim masing-masing. Terbukti, daftar pencetak gol terbanyak hingga pekan ke-23 masih didominasi oleh mereka. Maxwell Souza dari Persija Jakarta kokoh di puncak dengan 13 gol, menunjukkan ketajamannya yang konsisten. Tak jauh di belakangnya, Dalberto Luan Belo (Arema FC) dan David da Silva (Malut United) sama-sama mengoleksi 10 gol, siap kapan saja menyalip. Alex Martins (Dewa United) dan Ciro Alves (Malut United) juga tak ketinggalan dengan 9 gol, membuktikan kedalaman talenta Brasil di liga.

Jose Enrique dan Mariano Peralta Curi Perhatian
Namun, di tengah dominasi tersebut, sorotan tertuju pada dua nama yang berhasil menembus barisan elite: Jose Enrique dari Persik Kediri dan Mariano Peralta dari Borneo FC. Keduanya, dengan koleksi gol yang impresif, membuktikan bahwa ketajaman bukan hanya milik pemain Brasil. Enrique, penyerang asal Spanyol, telah mengukir 9 gol, sementara Peralta, bomber berdarah Argentina, berhasil mencetak 10 gol. Kehadiran mereka memberikan warna baru dalam persaingan sengit menuju sepatu emas.
Prestasi Jose Enrique patut mendapat apresiasi lebih. Musim 2025/2026 ini menandai debutnya di kancah sepak bola Indonesia. Dengan cepat beradaptasi, ia kini menjadi salah satu mesin gol utama Persik, menunjukkan kualitasnya sebagai striker kelas atas. Pencapaiannya mengingatkan pada jejak kompatriotnya, Youssef Ezzejjari, yang juga tampil gemilang di musim debutnya bersama Persik pada Liga 1 2021/2022 dengan torehan 18 gol. Enrique berpeluang besar mengikuti jejak sukses tersebut, bahkan mungkin melampauinya jika konsistensinya terjaga.
Sementara itu, Mariano Peralta juga menunjukkan konsistensi luar biasa bersama Borneo FC. Penyerang Argentina ini menjadi andalan lini depan timnya, dengan insting gol yang tajam, menjadikannya pesaing serius dalam perebutan sepatu emas. Keberadaannya di daftar teratas menegaskan bahwa talenta dari Amerika Latin selain Brasil juga memiliki daya saing tinggi di BRI Super League.
Dengan sisa pertandingan yang masih banyak, persaingan di daftar pencetak gol terbanyak BRI Super League 2025/2026 dipastikan akan semakin memanas. Kehadiran Jose Enrique dan Mariano Peralta tidak hanya menambah warna, tetapi juga memberikan harapan baru bahwa gelar individu paling prestisius ini bisa saja jatuh ke tangan pemain non-Brasil, memecah dominasi yang telah lama terbangun.
Daftar Top Scorer Sementara BRI Super League (Pekan ke-23):
- 13 Gol – Maxwell Souza (Persija)
- 10 Gol – Dalberto Luan Belo (Arema FC), Mariano Peralta (Borneo FC), David da Silva (Malut United)
- 9 Gol – Joel Vinícius (Borneo FC 7 gol, Arema FC 2 gol), Alex Martins (Dewa United), Ciro Alves (Malut United), Jose Enrique (Persik Kediri)
- 8 Gol – Tyronne del Pino (Malut United)
- 7 Gol – Bruno Moreira (Persebaya), Uilliam Barros (Persib), França (Persijap), Kodai Tanaka (Persis 7 gol, Dewa United 0 gol), Ruyery Blanco (PSBS)






