Super League Pekan 18: Gol Ajaib Debut Pahit

Brad Crawford

Super League Pekan 18: Gol Ajaib Debut Pahit

Kediri, Wilwatikta.ac.id – Putaran kedua BRI Super League 2025/2026 langsung menyajikan tontonan mendebarkan di pekan ke-18. Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini tak membuang waktu untuk menyuguhkan drama, kejutan, dan aksi-aksi tak terlupakan. Empat tim papan atas tampil perkasa, sementara insiden kartu merah dan gol-gol yang dianulir turut mewarnai persaingan sengit.

Tim-tim raksasa seperti Persib Bandung, Borneo FC, Persija Jakarta, dan Malut United menunjukkan taringnya dengan menaklukkan lawan-lawan mereka. Persib harus bersusah payah menundukkan PSBS dengan skor tipis 1-0, sementara Borneo FC mencuri poin penuh di kandang Persis Solo dengan kemenangan 0-1. Persija beruntung mampu mengatasi perlawanan Madura United berkat dua gol dari titik putih. Namun, kemenangan terbesar diukir Malut United yang melibas Persik Kediri 4-0 di Stadion Gelora Kie Raha Ternate.

Super League Pekan 18: Gol Ajaib Debut Pahit
Gambar Istimewa : cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Tak hanya di papan atas, rivalitas sengit juga terjadi di jajaran tengah. Persebaya Surabaya berhasil mempermalukan PSIM Yogyakarta dengan skor telak 0-3 di Stadion Sultan Agung Bantul. Total 23 gol tercipta sepanjang pekan ke-18 ini, menyuguhkan berbagai fakta unik dan menarik.

Pesta Gol Malut United dan Drama Enam Gol

Malut United mencatatkan diri sebagai tim dengan kemenangan terbesar pekan ini. Transformasi Persik Kediri dengan mendatangkan pemain asing mumpuni ternyata tak mampu membendung keganasan Laskar Kie Raha. Duet maut Malut United, Ciro Alves dan David da Silva, masing-masing menambah pundi-pundi gol mereka, kini total mencapai delapan butir dan meramaikan daftar pencetak gol terbanyak musim ini.

Namun, drama gol terbanyak justru tersaji di laga lain. Semen Padang yang sempat memimpin tiga gol harus gigit jari setelah Bali United bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Hasil imbang ini menjadi pertandingan dengan jumlah gol terbanyak pada pekan ini.

Aksi Individu “Maradona” Rachmat Irianto

Dari antara 23 gol yang tercipta, satu aksi individu mencuri perhatian dan layak dinobatkan sebagai gol paling indah. Rachmat Irianto, bek Persebaya sekaligus putra almarhum legenda Bejo Sugiantoro, mencetak gol fenomenal pada menit ke-85. Gol solo run-nya mengingatkan pada aksi ikonik superstar Timnas Argentina, Diego Armando Maradona, saat melawan Inggris di Piala Dunia 1986.

Rian, panggilan akrab Rachmat Irianto, memutus aliran bola dari kaki Ze Valente dan langsung melesat sendirian dari garis tengah lapangan hingga ke kotak terlarang. Tiga pemain PSIM tak mampu menghadang lajunya yang bak angin badai. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tak ragu menyanjung gol tersebut. “Kalau saya melihat gol tadi hari ini. Saya belum pernah melihat Rian sebelumnya. Saya akan bilang namanya adalah Rian Diego Armando Maradona,” pujinya.

Mimpi Buruk Debutan dan Pembatalan Gol VAR

Namun, tidak semua gol berujung suka cita, terutama bagi para debutan. Dusan Mijic, bek anyar Persis Solo asal Serbia, sempat mengoyak jala gawang Borneo FC yang dijaga Nadeo Argawinata. Gol dari umpan tendangan bebas Miroslav Maricic itu sayangnya dianulir setelah melalui cek VAR, karena Mijic terjebak offside.

Kekecewaan serupa juga dirasakan striker anyar Persija, Alaeddine Ajaraie. Pemain asal Maroko itu sempat merayakan gol pantulan ke gawang Madura United setelah eksekusi penalti Maxwell digagalkan kiper Dicky Indriyana. Namun, VAR kembali menjadi penentu mimpi buruk; wasit menganulir gol tersebut karena Ajaraie telah masuk ke kotak penalti sebelum Maxwell melepaskan tembakan.

Kartu Merah Penghancur Asa

Selain gol dan drama VAR, kartu merah juga menjadi faktor krusial yang mengubah jalannya pertandingan. Persik Kediri dan PSBS Biak yang menghadapi tim papan atas, Malut United dan Persib, harus menelan pil pahit setelah salah satu pemain kunci mereka diusir wasit.

Nasib Persik memang nahas. Rezaldi Hehanusa menjalani debut pahit bersama Macan Putih. Kartu merah yang diterima kakak Hamra Hehanusa itu merusak skenario yang telah disiapkan pelatih Marcos Reina, dan setelah itu empat gol Malut United bertubi-tubi bersarang ke gawang Leo Navacchio.

Kartu merah yang diterima kapten tim PSBS, Heri Susanto, pada menit ke-56 juga menjadi titik lemah saat timnya ditaklukkan Persib 0-1. Padahal, pelatih Kahudi Wahyu telah membuat taktik pertahanan yang sangat solid, membuat Maung Bandung frustrasi. Kehilangan Heri Susanto, yang menjadi bemper kuat di sisi kanan pertahanan Badai Pasifik, terbukti menjadi petaka.

Pekan ke-18 BRI Super League ini sekali lagi membuktikan bahwa setiap pertandingan adalah medan pertempuran yang penuh kejutan dan tak bisa ditebak hingga peluit akhir dibunyikan.

Also Read

Tags

Tinggalkan komentar